Pendiri Brand Mewah LV yang Terancam Boikot

Pendiri Brand Mewah LV yang Terancam Boikot

Pendiri Brand Mewah LV yang Terancam Boikot – Berikutnya kami akan memberi artikel terpercaya yang sudah kami ringkas dan buat seringan mungkin, agar bisa dibaca oleh segala kalangan,beriku pendiri brand lv yang terancam terkena boikot.

Brand fashion high end Louis Vuitton ikut diperbincangkan terkait ancaman boikot produk-produk Prancis. Seruan ini menggema di media sosial setelah Presiden Turki Erdogan meminta pada rakyatnya untuk stop membeli produk-produk dari Prancis.

“Aku menyerukan pada masyarakat, jangan pernah memberikan kredit untuk barang berlabel Prancis, jangan membelinya,” begitu kata Presiden Erdogan.

Seruan Presiden Erdogan ini langsung menggema di media sosial dan negara-negara Islam. Seperti dikutip dari WWD, Universitas Qatar, kampus pemerintahan, beberapa hari lalu dilaporkan menunda penyelenggaraan French Culture Week. Beberapa grup perdagangan Arab sudah menarik produk-produk Prancis dari rak-rak mereka. Dan menurut WWD, industri barang mewah, kosmetik serta makanan yang diprediksi akan terkena dampaknya. Dan Hashtag #BoycottFranceProducts #BoycottFrance ramai di media sosial dengan foto sederet logo brand Prancis yang diserukan diboikot.

Dari deretan logo brand Prancis yang diancam diboikot itu salah satunya adalah Louis Vuitton. Terlepas dari ancaman boikot, Louis Vuitton hingga saat ini masih berjaya sebagai brand fashion mewah paling bernilai di 2020. Menurut Forbes, pendapatan Louis Vuitton pada 2020 mencapai US$ 15 miliar.

Sejarah Louis Vuitton

Louis Vuitton yang kini dikenal sebagai produk mewah, siapa sangka dulunya didirikan oleh seorang pria miskin. Tahukah kamu siapa pendiri Louis Vuitton?

Louis Vuitton merupakan merek asal Prancis yang didirikan seorang pria bernama Louis Vuitton. Menariknya, seperti dikutip dari Brightside, Louis Vuitton yang kini dikenal sebagai brand mewah, didirikan oleh Louis Vuitton, seorang pria miskin dari desa kecil Anchay di Prancis. Ibunya yang dikenal sebagai pembuat topi meninggal dunia saat usianya 10 tahun dan ayahnya menyusul tidak lama kemudian. Dia kemudian tinggal bersama seorang ibu angkat.

Dari keterampilannya membuat kotak, Louis Vuitton asli membuka toko pertamanya di Paris pada 1854. Toko tersebut khusus mengepak barang-barang mudah pecah dan fashion. Saat itu lah, Vuitton membuat peti dengan bentuk ideal yang membuatnya jadi terkenal yakni kotak tanpa bentuk melengkung di bagian ujungnya. Peti itu pun dibuat anti air.

Peti atau koper yang diciptakan Louis Vuitton kemudian menjadi standar baru yang kemudian menjadi sangat populer hingga dia mempekerjakan lebih banyak orang hingga membuka toko di luar negeri, seperti London, New York, dan Philadelphia.

Pada 1854 selain membuka toko pertamanya, Louis Vuitton juga menikahi wanita pujaannya Clemence-Emilie Parriaux. Dari pernikahan tersebut dia dikaruniai seorang anak bernama Georges Ferreol Vuitton.

Louis Vuitton dan anaknya, Georges, sempat bersinggungan dengan ilusionis terkenal Harry Houdini. Pada 1886 Vuitton dan Georges menciptakan sebuah gembok. Mereka pun menantang Houdisi untuk bisa keluar dari koper buatan Louis Vuitton yang sudah digembok. Sayangnya hal itu tidak diwujudkan Houdini. Namun penolakan itu malah membuat Vuitton menyempurnakan temuannya. Gembok Louis Vuitton ini menjadi salah satu inovasinya.

Tidak tahan tinggal bersama ibu angkat yang mendidiknya sangat keras, Louis Vuitton melarikan diri dari rumah pada usia 13 tahun. Dari desanya yang jauh dari kota, Louis kecil pun berjalan ke Paris. Dia total melangkahkan kaki sejauh 469 km selama dua tahun selagi melakukan pekerjaan-pekerjaan kecil sepanjang perjalanan.

Setelah berjalan kaki ratusan kilometer, Louis Vuitton berhasil sampai di Paris pada 1853. Pada saat itu Paris sedang diterpa kondisi ekonomi yang buruk. Louis pun tahu dia harus cepat menemukan pekerjaan jika tidak mau terjebak dalam kemiskinan lagi. Memiliki bekal dari keluarga seniman, di mana sang ibu pembuat topi, dan keluarga lainnya tukang kayu, Louis melihat sebuah peluang pekerjaan. Dia menjadi pekerja magang di seorang pembuat peti bernama Monsieur Marechal.

Baca Juga:Tas Bubble Tea dari Brand Louis Vuitton

Berkat kemampuannya, Louis Vuitton berkembang menjadi ahli pembuat peti. Louis Vuitton bekerja sebagai pembuat peti untuk Putri Pranvis, Eugenie de Montijo yang merupakan istri ketiga Napoleon Bonaparte. Kariernya semakin berkembang hingga dia mendapatkan klien-klien elite.

Louis Vuitton meninggal dunia pada 27 Februari 1892. Georges meneruskan bisnis sang ayah dengan melakukan ekspansi pada produk-produk mewah lainnya. Pada 1901, brand Louis Vuitton mulai membuat ‘streamer bag’ yakni tas untuk menyimpan baju kotor. Georges lah yang kemudian menciptakan monogram terkenal yang membuat brand Louis Vuitton mudah dikenali.

Pada 1998, brand Louis Vuitton bukan hanya memproduksi koper. Brand high end tersebut menjual busana, sepatu, dan aksesori yang kini lebih dikenal. Namun sebagai pelopor koper, Louis Vuitton masih sering diandalkan para ahli untuk membuat koper custom-made, misalnya untuk Piala Dunia.

Saat ini brand Louis Vuitton yang didirikan oleh pria bernama Louis Vuitton bernaung di bawah korporasi multinasional LVMH Mo√ęt Hennessy Louis Vuitton atau lebih dikenal dengan LMVH yang kantor pusatnya berada di Paris, Prancis.

Selama enam tahun berturut-turut yaitu 2006 hingga 2012, seperti dikutip dari Globe & Mail, Louis Vuitton meraih gelar brand mewah paling bernilai di dunia. Pada 2012, nilai dari brand Louis Vuitton mencapai US$ 25,9 miliar. Dan pada 2020 ini, Louis Vuitton berada di urutan pertama brand fashion mewah paling bernilai di dunia. Menurut Forbes, valuasi Louis Vuitton pada 2020 mencapai US$ 47,2 miliar.