Info LouisVuitton

Pendiri Brand Mewah LV yang Terancam Boikot Pendiri Brand Mewah LV yang Terancam Boikot

Pendiri Brand Mewah LV yang Terancam Boikot – Berikutnya kami akan memberi artikel terpercaya yang sudah kami ringkas dan buat seringan mungkin, agar bisa dibaca oleh segala kalangan,beriku pendiri brand lv yang terancam terkena boikot.

Brand fashion high end Louis Vuitton ikut diperbincangkan terkait ancaman boikot produk-produk Prancis. Seruan ini menggema di media sosial setelah Presiden Turki Erdogan meminta pada rakyatnya untuk stop membeli produk-produk dari Prancis.

“Aku menyerukan pada masyarakat, jangan pernah memberikan kredit untuk barang berlabel Prancis, jangan membelinya,” begitu kata Presiden Erdogan.

Seruan Presiden Erdogan ini langsung menggema di media sosial dan negara-negara Islam. Seperti dikutip dari WWD, Universitas Qatar, kampus pemerintahan, beberapa hari lalu dilaporkan menunda penyelenggaraan French Culture Week. Beberapa grup perdagangan Arab sudah menarik produk-produk Prancis dari rak-rak mereka. Dan menurut WWD, industri barang mewah, kosmetik serta makanan yang diprediksi akan terkena dampaknya. Dan Hashtag #BoycottFranceProducts #BoycottFrance ramai di media sosial dengan foto sederet logo brand Prancis yang diserukan diboikot.

Dari deretan logo brand Prancis yang diancam diboikot itu salah satunya adalah Louis Vuitton. Terlepas dari ancaman boikot, Louis Vuitton hingga saat ini masih berjaya sebagai brand fashion mewah paling bernilai di 2020. Menurut Forbes, pendapatan Louis Vuitton pada 2020 mencapai US$ 15 miliar.

Sejarah Louis Vuitton

Louis Vuitton yang kini dikenal sebagai produk mewah, siapa sangka dulunya didirikan oleh seorang pria miskin. Tahukah kamu siapa pendiri Louis Vuitton?

Louis Vuitton merupakan merek asal Prancis yang didirikan seorang pria bernama Louis Vuitton. Menariknya, seperti dikutip dari Brightside, Louis Vuitton yang kini dikenal sebagai brand mewah, didirikan oleh Louis Vuitton, seorang pria miskin dari desa kecil Anchay di Prancis. Ibunya yang dikenal sebagai pembuat topi meninggal dunia saat usianya 10 tahun dan ayahnya menyusul tidak lama kemudian. Dia kemudian tinggal bersama seorang ibu angkat.

Dari keterampilannya membuat kotak, Louis Vuitton asli membuka toko pertamanya di Paris pada 1854. Toko tersebut khusus mengepak barang-barang mudah pecah dan fashion. Saat itu lah, Vuitton membuat peti dengan bentuk ideal yang membuatnya jadi terkenal yakni kotak tanpa bentuk melengkung di bagian ujungnya. Peti itu pun dibuat anti air.

Peti atau koper yang diciptakan Louis Vuitton kemudian menjadi standar baru yang kemudian menjadi sangat populer hingga dia mempekerjakan lebih banyak orang hingga membuka toko di luar negeri, seperti London, New York, dan Philadelphia.

Pada 1854 selain membuka toko pertamanya, Louis Vuitton juga menikahi wanita pujaannya Clemence-Emilie Parriaux. Dari pernikahan tersebut dia dikaruniai seorang anak bernama Georges Ferreol Vuitton.

Louis Vuitton dan anaknya, Georges, sempat bersinggungan dengan ilusionis terkenal Harry Houdini. Pada 1886 Vuitton dan Georges menciptakan sebuah gembok. Mereka pun menantang Houdisi untuk bisa keluar dari koper buatan Louis Vuitton yang sudah digembok. Sayangnya hal itu tidak diwujudkan Houdini. Namun penolakan itu malah membuat Vuitton menyempurnakan temuannya. Gembok Louis Vuitton ini menjadi salah satu inovasinya.

Tidak tahan tinggal bersama ibu angkat yang mendidiknya sangat keras, Louis Vuitton melarikan diri dari rumah pada usia 13 tahun. Dari desanya yang jauh dari kota, Louis kecil pun berjalan ke Paris. Dia total melangkahkan kaki sejauh 469 km selama dua tahun selagi melakukan pekerjaan-pekerjaan kecil sepanjang perjalanan.

Setelah berjalan kaki ratusan kilometer, Louis Vuitton berhasil sampai di Paris pada 1853. Pada saat itu Paris sedang diterpa kondisi ekonomi yang buruk. Louis pun tahu dia harus cepat menemukan pekerjaan jika tidak mau terjebak dalam kemiskinan lagi. Memiliki bekal dari keluarga seniman, di mana sang ibu pembuat topi, dan keluarga lainnya tukang kayu, Louis melihat sebuah peluang pekerjaan. Dia menjadi pekerja magang di seorang pembuat peti bernama Monsieur Marechal.

Baca Juga:Tas Bubble Tea dari Brand Louis Vuitton

Berkat kemampuannya, Louis Vuitton berkembang menjadi ahli pembuat peti. Louis Vuitton bekerja sebagai pembuat peti untuk Putri Pranvis, Eugenie de Montijo yang merupakan istri ketiga Napoleon Bonaparte. Kariernya semakin berkembang hingga dia mendapatkan klien-klien elite.

Louis Vuitton meninggal dunia pada 27 Februari 1892. Georges meneruskan bisnis sang ayah dengan melakukan ekspansi pada produk-produk mewah lainnya. Pada 1901, brand Louis Vuitton mulai membuat ‘streamer bag’ yakni tas untuk menyimpan baju kotor. Georges lah yang kemudian menciptakan monogram terkenal yang membuat brand Louis Vuitton mudah dikenali.

Pada 1998, brand Louis Vuitton bukan hanya memproduksi koper. Brand high end tersebut menjual busana, sepatu, dan aksesori yang kini lebih dikenal. Namun sebagai pelopor koper, Louis Vuitton masih sering diandalkan para ahli untuk membuat koper custom-made, misalnya untuk Piala Dunia.

Saat ini brand Louis Vuitton yang didirikan oleh pria bernama Louis Vuitton bernaung di bawah korporasi multinasional LVMH Moët Hennessy Louis Vuitton atau lebih dikenal dengan LMVH yang kantor pusatnya berada di Paris, Prancis.

Selama enam tahun berturut-turut yaitu 2006 hingga 2012, seperti dikutip dari Globe & Mail, Louis Vuitton meraih gelar brand mewah paling bernilai di dunia. Pada 2012, nilai dari brand Louis Vuitton mencapai US$ 25,9 miliar. Dan pada 2020 ini, Louis Vuitton berada di urutan pertama brand fashion mewah paling bernilai di dunia. Menurut Forbes, valuasi Louis Vuitton pada 2020 mencapai US$ 47,2 miliar.

Fakta Menarik Brand Louis Vuitton Fakta Menarik Brand Louis Vuitton

Fakta Menarik Brand Louis Vuitton – Brand ini sudah tidak asing lagi didengar, dengan sebutan brand fashion papan atas. Kepopuleran brand ini tidak hanya dikarenakan kemewahannya, tetapi brand ini juga menawarkan barang-barang unik dan menarik. Nama brand ini diambil dari nama sang pendiri bernama Louis Vuitton yang lahir pada tahun 1821. Setelah melalui perjalanan karier yang panjang di bidang craftmanship di Prancis, ia pun akhirnya mendirikan perusahaan boks dan koper Louis Vuitton pada tahun 1854.
Kepopuleran Louis Vuitton karena craftmanship dan kualitas-kualitas produknya membuat banyak perusahaan turut menjiplak desain dan ciri khas mereka. Akhirnya, pada tahun 1896, pola monogram Louis Vuitton mulai diperkenalkan. Pola ini begitu ikonis dan sudah melekat selama 123 tahun dalam desain-desain Louis Vuitton.

Bagaimana tidak, monogram yang terdiri dari huruf L dan V yang saling bertautan, pola bunga dengan empat kelopak, dan pola organic bergaya trefoil, dari inspirasi perpaduan gaya Jepang dan desain oriental pada era Victoria ini seringkali menjadi simbol ‘kelas’ dalam lingkungan sosial.

Brand yang telah berdiri sejak 1854 ini menjadi salah satu saksi perkembangan fashion dunia. Berikut kumparanWOMAN rangkumkan 12 fakta unik dan menarik lainnya dari brand papan atas Louis Vuitton. Apa saja?

1. Sebelum terkenal karena brand yang diciptakannya, Louis Vuitton adalah seorang laki-laki yang berasal dari keluarga pekerja menengah ke bawah. Ia meninggalkan rumah keluarganya sejak usia 13 tahun untuk mengejar mimpi besarnya ke Paris.

2. Perjalanan 292 mil atau 470 km dari rumah keluarga yang terletak di daerah Prancis Timur ke Paris, ia lakukan dengan berjalan kaki selama dua tahun lamanya. Perjalanan panjang itu ia lakukan dengan pemberhentian secara berkala untuk melakukan pekerjaan sambilan. Ini cara yang harus dilakukannya untuk menopang kebutuhan dan kehidupan pribadinya.

3. Sesampainya di Paris pada tahun 1837, Louis Vuitton menemukan pekerjaan di sebuah workshop untuk membuat boks dan kemasan. Kelihaiannya diakui banyak orang. Reputasinya meningkat dan namanya semakin dikenal sebagai pengrajin terhormat. Karena ketrampilannya tersebut, ia ditunjuk sebagai staf khusus yang membuat boks-boks (koper) untuk kebutuhan Eugenie de Montijo, yang merupakan istri dari Napoleon Bonaparte, Kaisar Prancis dari tahun 1804 sampai tahun 1814. Momen inilah yang jadi ‘pintu’ utamanya untuk bergabung dengan kelas-kelas elit Prancis.

4. Perjalanan kariernya tersebut membuatnya bisa mendirikan perusahaan sendiri pada tahun 1854. Meski perusahaan Louis Vuitton sudah berdiri sejak 1854 sebagai perusahaan boks dan koper traveling, ia baru mulai membuat tas jinjing pada tahun 1892.

5. Salah satu tas Louis Vuitton paling populer dengan nama ‘Speedy’, pada mulanya sebenarnya diciptakan untuk boks atau koper traveling. Namun, suatu saat Audrey Hepburn, bintang film sekaligus ikon fashion, menelepon pihak Louis Vuitton dan memohon untuk dibuatkan versi mini dari Speedy tersebut. Sontak, kepopuleran tas Speedy ini memuncak dan jadi model tas Louis Vuitton paling populer hingga sekarang.

6. Selain Speedy, tas ‘Alma’ menjadi salah satu model tas Louis Vuitton yang tak kalah populer. Tas ini sebenarnya didesain khusus atas permintaan pribadi Coco Chanel. Bentuknya yang chic, cantik, dan feminin ini digandrungi oleh setiap perempuan hingga saat ini. Uniknya lagi, tas Louis Vuitton model Alma ini jadi satu-satunya tas yang pernah dijinjing Coco Chanel, selain mereknya sendiri.

7. Tahukah Anda bahwa proses quality check dari tas Louis Vuitton melalui proses yang sangat panjang? Sebelum dijual, tas Louis Vuitton harus melalui tes ketahanan seperti dimasukkan benda berat seberat 3,5 kg dan dijatuhkan dari ketinggian setengah meter selama empat hari berturut-turut. Tidak sampai di situ, zipper dari tasnya pun harus terus menerus dibuka-tutup sebanyak 5,000 kali untuk memastikan ketahanannya. Wow!

8. Fakta yang satu ini mungkin akan menyakitkan bagi sebagian Anda. Semua tas dan sepatu Louis Vuitton yang tak terjual, akan dikembalikan ke pabrik di Prancis, lalu dihancurkan dan dibakar. Menyakitkan, bukan? Ya, hal ini harus dilakukan untuk memastikan imej brand Louis Vuitton agar tetap eksklusif.

Baca Juga: Gelar Fashion Louis Vuitton Telah Kembali Show Di China

9. Louis Vuitton tidak akan pernah memberikan harga diskon pada barang-barang yang mereka produksi. Seperti poin sebelumnya, jika barang tak terjual, maka diskon bukanlah solusi.

10. Semua tas Louis Vuitton dibuat secara handmade-atau murni keahlian tangan. Kabarnya, dibutuhkan waktu satu minggu untuk membuat satu tas.

11. Monogram populer Louis Vuitton dipopulerkan oleh anak Louis Vuitton yang bernama Georges Vuitton. Monogram tersebut dibuat untuk menghindari segala bentuk plagiarisme dari perusahaan lain terhadap brand Louis Vuitton.

12. Louis Vuitton memiliki sekitar 460 toko di 50 negara. Tokonya yang terbesar terletak di 101 avenue des Champs-Elysees, Paris, Prancis dengan luas sekitar 1800 meter persegi. Kemudian, di Nevada, Amerika Serikat, Louis Vuitton memiliki lima butik resmi di jajaran jalan yang sama. Dan yang terunik terletak di Singapura yang kini menjadi bagian dari ikon wilayah Marina Bay Sands. Toko tersebut memiliki toko buku, tempat relaksasi, galeri, hingga terowongan bawah laut yang mengarah ke hotel dan mal Marina Bay Sands.

Louis Vuitton Atau Hermès Mana Merek Mewah Yang Lebih Asli Louis Vuitton Atau Hermès Mana Merek Mewah Yang Lebih Asli

Louisvuittond.net – Hari ini kita hidup di zaman keaslian. Merek otentik, komunikasi otentik, dan hubungan otentik dengan konsumen diperlukan. Sebanyak 86% konsumen mengatakan keaslian merek itu penting ketika memutuskan merek mana yang akan didukung, menurut penelitian yang dilakukan oleh Stackla.

Temuan ini divalidasi oleh studi global lain oleh Cohn & Wolfe. Dalam survei terhadap 15.000 responden, 91% konsumen global mengatakan mereka akan menghargai merek karena keasliannya melalui “pembelian, investasi, dukungan atau tindakan serupa.” Dari 91% ini, lebih dari 60% akan “membeli atau menyatakan minat beli meningkat” dalam merek yang mereka anggap otentik.

Tidak ada dalam bisnis adalah pertaruhan keaslian yang lebih tinggi daripada di pasar mewah, di mana kepercayaan konsumen pada warisan, keahlian dan kualitas dihargai oleh kesediaan mereka untuk membayar premi untuk hak istimewa kepemilikan.

Dalam perekonomian saat ini, di mana konglomerat multinasional besar seperti LVMH dengan fiksasi di garis bawah dan pertumbuhan kuartalan dan keuntungan mendominasi, merek-merek mewah terancam karena terlalu hadir di mana-mana dan di mana-mana.

Ketika sebuah merek mewah terlihat dan tersedia di mana-mana, nilai kemewahannya – keasliannya sebagai kemewahan sejati – menjadi encer. Kontributor Fellow Forbes.com, Walter Loeb, menyajikan tinjauan luar biasa tentang keseimbangan halus yang dihadapi LVMH menjaga eksklusivitas dan meningkatkan aksesibilitas.

Keaslian adalah tantangan utama untuk merek-merek mewah
“Keaslian dianggap sebagai tantangan bagi segmen mewah di zaman kita,” tulis Patricia Anna Hitzler dan Günter Müller-Stewens dari Universitas St. Gallen, Swiss, dalam sebuah studi berjudul “Peran Strategis Keaslian dalam Bisnis Mewah.” Dalam penelitian ini, penulis mendefinisikan pendorong utama keaslian merek mewah untuk menjadi keahlian, kelangkaan pasokan, estetika yang unik dan tautan ke asal.

Lebih lanjut, Hitlzer dan Müller-Stewens menyarankan bahwa laba harus mengambil kursi belakang ke nilai dan cita-cita yang lebih tahan lama untuk mendapatkan status merek mewah yang benar-benar otentik untuk diperoleh:

Makna dan orientasi jangka panjang adalah prinsip-prinsip panduan, di mana organisasi yang ingin dianggap otentik harus memberikan perhatian khusus. Ini mungkin termasuk motif, seperti melestarikan pekerjaan atau mengembangkan warisan sejarah dan budaya. Berjuang demi keuntungan, para ahli menggarisbawahi, tentu saja, penting untuk kelangsungan hidup suatu organisasi. Namun demikian, realisasi laba yang ditargetkan tidak semata-mata menentukan kepuasan terpenuhi dan langgeng. Seorang pakar memberi tanda: ‘Pasti ada sesuatu yang lain selain dari dunia angka.’ ‘Sesuatu yang lain’ ini adalah tujuan yang lebih tinggi, sebuah misi yang harus menjadi bagian dari identitas organisasi mewah, yang, bersama dengan nilainya, memberi perusahaan kerangka kerja di mana ia harus beroperasi.

Dengan mempertimbangkan perspektif ini, saya mempelajari dua merek mewah paling terkenal di dunia, Louis Vuitton dan Hermès, untuk melihat bagaimana mereka bertumpuk dalam keaslian. Pada mulanya memerah Louis Vuitton peringkat tinggi pada daftar Cohn & Wolfe Global Authentic Brand 100, diberi peringkat No. 65. Sebaliknya, Hermès adalah tidak ada dalam daftar itu.

Tetapi penampilan bisa menipu, seperti dalam pandangan saya, Hermès berdiri tegak di atas Louis Vuitton dalam kemewahan otentik. Inilah alasannya:

Baca Juga : Protes Hong Kong Memaksa Louis Vuitton Untuk Menutup Toko

Bisikan mewah otentik, itu tidak berteriak
Secara keseluruhan, LVMH jauh lebih banyak berinvestasi dalam biaya pemasaran dan penjualan daripada Hermès. Pada 2017, 38,4% dari keseluruhan pendapatan perusahaan sebesar € 42,6 miliar dialokasikan untuk biaya pemasaran dan penjualan. Sebagai perbandingan, Hermès mencurahkan 29,8% dari pendapatan € 5,5 miliar untuk penjualan, pemasaran, dan biaya administrasi.

Namun, angka-angka ini bukan perbandingan ketat antara apel dan apel karena LVMH mencakup 70 merek individu versus merek Hermès.

Daftar merek paling berharga di dunia dari Forbes membahas secara spesifik. Louis Vuitton (merek), peringkat No. 15 secara keseluruhan dan bernilai $ 33,6 miliar, dilaporkan menghasilkan $ 12,9 miliar dalam penjualan dan menginvestasikan $ 5,4 miliar – 42,9% dari penjualan – pada iklan perusahaan. Jika itu tidak berteriak, saya tidak tahu apa itu. (Catatan: LVMH tidak melaporkan pendapatan dari masing-masing merek.)

Sebaliknya, Hermès menghabiskan 5% dari penjualan yang dilaporkan ($ 298 juta dari $ 6 miliar dalam pendapatan) untuk iklan. Keanggunan yang halus dan tenang adalah pendekatan Hermès terhadap periklanan, bukan paparan luas seperti Louis Vuitton.

Kemewahan otentik bukan untuk semua orang, tetapi untuk seseorang yang spesial
Ya, kanvas logo monogram Louis Vuitton memiliki warisan yang membentang lebih dari seabad, pertama kali diperkenalkan pada tahun 1896. Tetapi hari ini, meskipun harga mahal diperintahkan untuk tas kanvasnya, Louis Vuitton dan tas LV tersebut mungkin merupakan pelaku logo terbesar di dunia. polusi.

Ke mana pun Anda pergi, tas LV mengintai. Ubiquity sepenuhnya menentang kode etik merek mewah otentik.

Hermès melakukan kebalikan dari branding langsung Louis Vuitton. Gayanya khas dan langsung dapat dikenali oleh para ahli kognitif, meskipun dalam budaya kita yang terobsesi dengan selebriti, merek Hermès telah menjadi lebih dikenal secara luas.

Dan sementara selebriti mungkin dengan bangga mengenakan Hermès – siapa lagi yang benar-benar mampu membelinya? – mereka memiliki merek, tetapi tidak dimiliki oleh merek. Victoria Beckham dikatakan memiliki koleksi tas tangan Hermès senilai lebih dari $ 2 juta.

Sementara Hermès menolak dukungan selebriti sebagai strategi pemasaran, Louis Vuitton sepenuhnya merangkulnya. Misalnya, Angelina Jolie dibayar sekitar $ 8,5 juta untuk mewakili merek dalam satu kampanye iklan pada 2011. Ini konon adalah salah satu kesepakatan dukungan tertinggi yang pernah ada untuk satu kampanye iklan.

Dalam Louis Vuitton melanggar aturan utama lain dari pemasaran merek mewah yang dijelaskan oleh Vincent Bastien dan Jean-Noël Kapferer dalam bab dalam Pemasaran Mewah 2013: Tantangan untuk Teori dan Praktek:

“Selebriti harus digunakan dengan hati-hati dalam strategi mewah, jika merek ingin membangun kekuatan harga, perbedaan, gaya dan daya tarik berkelanjutan. Mereka tidak digunakan sebagai agen penjualan, bagi pelanggan baru untuk membeli produk melalui model imitasi, ”saran mereka.

Hermès melakukannya dengan benar, menggunakan pembeli merek sejati untuk memberikan kesaksian otentik tentang nilai luar biasa merek tersebut.

Kemewahan autentik sulit dipahami, tidak mudah diakses
Eksklusivitas melalui distribusi yang terkontrol dari koleksi merek mewah adalah ciri khas lain dari kemewahan otentik. Sama seperti merek mewah otentik yang tidak dapat dipromosikan atau dirancang untuk menarik perhatian semua orang, bagian dari misteri dan keajaiban merek mewah sedang sulit dipahami, langka dan sulit didapat.

Louis Vuitton mengoperasikan sekitar 460 butik bermerek. Hermès tidak jauh di belakang dengan lebih dari 300 butik di seluruh dunia, tetapi di situlah kesamaan berakhir. Louis Vuitton juga didistribusikan secara luas di seluruh dunia di berbagai department store mewah, seperti Neiman Marcus, Saks, Bloomingdales, Nordstrom dan Barneys, sementara hanya parfum, peralatan makan, dan hadiah Hermès yang terbatas hadir di lokasi yang sama.

Louis Vuitton bukanlah apa yang orang sebut tidak dapat diakses, justru sebaliknya. Las Vegas, misalnya, memiliki sembilan lokasi tempat produk Louis Vuitton dapat dibeli. Sebaliknya, Hermès secara ketat membatasi produksi dan tempat untuk membeli jajaran produk intinya. Selain itu, Hermès memiliki daftar tunggu untuk orang-orang yang ingin membeli Birkin, salah satu tas klasiknya yang sering membutuhkan menunggu selama dua tahun atau lebih.

Hermès secara ketat membatasi produksi dan distribusi produk-produknya dengan maksud eksplisit bukan untuk memenuhi permintaan konsumen, tetapi untuk meningkatkannya. Louis Vuitton, di sisi lain, merespons tekanan pemegang sahamnya untuk mendorong pertumbuhan. Itu membutuhkan lebih banyak produk yang didistribusikan di lebih banyak tempat.

Untuk kemewahan otentik, semakin dalam Anda menggali, semakin autentik jadinya

Kemewahan otentik adalah inti dari merek Hermès dan apa artinya. Louis Vuitton, meski tetap mempertahankan penampilan, tidak sesuai.

Misalnya, Bisnis Korea melaporkan tahun ini bahwa sepatu Louis Vuitton diproduksi di sebuah pabrik di Rumania kemudian dikirim ke Italia di mana sol terpasang. Itu agar dapat menempelkan tag “Buatan Italia” pada masing-masing label. Ini sepenuhnya legal, meskipun tidak secara otentik halal, karena aturan Uni Eropa menentukan bahwa negara asal dapat diklaim di mana produksi akhir dilakukan, bukan tempat mayoritas produk dibuat.

Judul merek mewah otentik harus diperoleh, bukan memproklamirkan diri

Untuk menjadi merek mewah yang autentik, penunjukan harus diperoleh (Hermes) bukan hanya gelar yang diklaim (Louis Vuitton). Dalam analisis terakhir, Louis Vuitton sangat memusatkan perhatian pada pemasaran, tetapi ringan pada keaslian. Hermès adalah kebalikannya.

Fakta bahwa Louis Vuitton dapat terus mendorong penjualan dan pertumbuhan seperti yang ada pada kreditnya, dengan hasil 1H2018 terbaru yang membanggakan pertumbuhan pendapatan 25% dalam kategori mode dan barang-barang kulit di mana Louis Vuitton diklasifikasikan.

Tetapi seperti yang dikatakan Abraham Lincoln, “Anda dapat membodohi beberapa orang sepanjang waktu, dan semua orang sepanjang waktu, tetapi Anda tidak dapat membodohi semua orang sepanjang waktu.”

Sampai saat ini, Louis Vuitton telah melakukan pekerjaan yang bagus untuk mempertahankan pertumbuhan yang agresif melalui pemasaran dan manajemen yang ahli, tetapi ia bermain dengan cepat dan longgar dengan keasliannya. Ini mungkin tumit Achilles dari merek yang pada akhirnya akan melonjak. Pelanggan yang benar-benar kaya menginginkan real deal – merek mewah otentik – bukan pose pose atau pretender.

Protes Hong Kong Memaksa Louis Vuitton Untuk Menutup Toko Protes Hong Kong Memaksa Louis Vuitton Untuk Menutup Toko

Louisvuittond.net – Hugo Boss, Ralph Lauren, L’Occitane, Richemont yang memiliki Cartier, Swatch Group, Tiffany, Moncler, Calvin Klein, Gucci, dan Salvatore Ferragamo semuanya dalam catatan tentang hit yang telah dibawa merek mereka ke sana, dengan penurunan penjualan sebanyak 45% dilaporkan.

L’Oreal dan Hermès sama-sama mengungkapkan penurunan penjualan di wilayah tersebut, tetapi memberikan berita positif dengan mengatakan bahwa peningkatan penjualan di Daratan China akan membawa mereka melewati punuk.

LVMH mengatakan hal yang kira-kira sama, melaporkan “kemajuan baik” di Asia, “terlepas dari konteks yang sulit di Hong Kong,” selama kuartal ketiga 2019. Reuters melaporkan bahwa penjualan Hong Kong LVMH telah menurun sekitar 25% pada kuartal ketiga 2018.

Hong Kong dalam resesi
Protes yang diperpanjang telah menjerumuskan Hong Kong ke dalam resesi, diumumkan secara resmi pada pertengahan November ketika PDB turun 3,2% pada periode dari Juli hingga September.

Penjualan ritel merasakan beban terbesar, dengan penjualan Oktober 2019 dari tahun ke tahun turun 24,4%, rekor resmi, diikuti oleh penurunan pada bulan November sebesar 23,6%. Melalui sebelas bulan pertama tahun ini, total penjualan ritel turun 10,3%, menurut Departemen Sensus dan Statistik.

Sektor ritel yang melayani pengeluaran pilihan konsumen telah sangat terpengaruh, dengan penjualan ritel di toko pakaian dan sepatu, department store dan perhiasan, jam tangan dan toko hadiah “berharga” semuanya digandakan dua digit selama sebelas bulan pertama tahun ini.

Namun, penurunan di sektor-sektor ini benar-benar meningkat sejak Agustus. Pada bulan November saja penjualan toko pakaian dan alas kaki turun 31,8%, department store turun 32,9% dan perhiasan, jam tangan, dan hadiah berharga turun 43,5%.

Pengecer tidak bisa menyerap kerugian ini lama. Sejauh ini, agen real estat Midland IC&I melaporkan hampir 500 dari 7.400 toko di empat distrik perbelanjaan utama Hong Kong telah ditutup dan diharapkan 600 lainnya akan ditutup pada tahun 2020.

Mengingat situasi yang tidak dapat diprediksi, tidak ada kelegaan yang terlihat. “Saya percaya sektor ritel akan terus menghadapi masa-masa sulit di paruh pertama tahun ini, karena saya masih tidak dapat membayangkan bahwa kerusuhan sosial akan diselesaikan dalam waktu dekat,” kata Annie Tse Yau On-yee, ketua Asosiasi Manajemen Ritel Hong Kong.

“Prospek penjualan ritel sangat tergantung pada dampak dari gejolak sosial, yang telah sangat mengurangi sentimen konsumen,” lanjutnya.

Turis berpaling
Sementara Hong Kong hanyalah sebuah blip di pasar mewah global, yang diharapkan oleh Statista akan mencapai $ 6,3 miliar pada tahun 2020 di total pasar global $ 331,3 miliar, itu masih merupakan pasar yang lebih penting daripada seluruh Kanada, dengan sekitar $ 6 miliar pada barang mewah penjualan.

Tetapi tidak seperti Kanada, Hong Kong secara historis diuntungkan dari pembelanjaan yang murah hati oleh para penggila dunia yang kaya. Turis dikatakan menyumbang hingga 70% dari pembelian sektor mewah di sana.

Secara keseluruhan Hong Kong Tourist Bureau melaporkan pariwisata turun 10% dari tahun ke tahun hingga November 2019, tetapi pada bulan November saja ia turun 56%.

Penurunan kunjungan wisatawan paling tajam dari Cina Daratan, pasar wisata terbesar yang berasal sejauh ini dan target utama untuk merek-merek mewah di kota, serta pasar Asia lainnya (masing-masing turun 58% dan 47%), tetapi pengunjung jarak jauh dari AS, Inggris, Prancis, Australia dan negara-negara lain merosot 36,1% pada bulan November.

Bagi orang kaya, semakin khawatir tentang keamanan di dunia yang semakin tidak aman, Hong Kong tidak lagi menjadi tujuan utama.

Mike O’Rourke, CEO dari firma konsultasi keamanan global Advanced Operational Concepts, mengatakan kepada Los Angeles Times bahwa Hong Kong sekarang adalah tempat untuk menghindari perjalanan wisata, mencatat meningkatnya jumlah protes di area perbelanjaan utama, seperti protes kekerasan baru-baru ini di toko utama Adidas.

Baca Juga : Mengapa Supreme Dan Louis Vuitton Merupakan Pasangan Sempurna?

Hanya tren blip atau jangka panjang?
Mengingat meningkatnya kekerasan dan meningkatnya ketidakpastian tentang kapan protes akan mereda, dapatkah kita mengharapkan lebih banyak merek mewah mengikuti jejak Louis Vuitton dan mundur dari kekacauan yang telah terjadi di Hong Kong ?.

Pada bulan September, saya berbicara dengan Daniel André Langer, Ph.D., CEO firma konsultasi manajemen Équité, profesor strategi mewah di Pepperdine University dan seorang kontributor untuk Jing Daily, yang memperkirakan protes akan memiliki dampak yang tidak akan bertahan lama.

“Jika Anda melihat sejarah Hong Kong, krisis seperti ini muncul berulang-ulang setiap tiga hingga lima tahun. Ini mungkin akan reda juga. Jelas, kami melihat dampak sementara, “dan dia menambahkan,” Ini pada akhirnya akan menjadi non-peristiwa dalam hal dampak bisnis jangka panjang yang diharapkan. “

Bahkan ketika situasinya memburuk sejak saat itu, Langer tetap yakin bahwa Hong Kong akan bangkit kembali setelah situasi menjadi normal, dan terutama sektor mewah.

“Merek-merek mewah lebih tahan terhadap resesi daripada kategori-kategori lain seperti yang ditunjukkan oleh resesi sebelumnya seperti resesi global 2008,” katanya. “Juga di Hong Kong, merek-merek mewah yang tetap loyal dan terus berinvestasi dalam ekuitas merek akan kembali lebih kuat.”

Tetapi kemudian penyebab mendasar dari resesi ini – kerusuhan politik dan sosial – sangat berbeda dari yang terakhir. Meskipun telah diperburuk oleh perang perdagangan AS / Tiongkok, resesi ini sebagian besar adalah dari bawah ke atas, bukan dari atas ke bawah yang disebabkan oleh perubahan sentimen konsumen yang lebih sulit ditangani.

Lebih lanjut, ini adalah hasil dari gerakan akar rumput yang dipicu oleh berbagai kebencian sosial-politik terhadap para elit, sehingga mudah untuk melihat mengapa merek-merek mewah menjadi target, yang mewakili simbol ketidaksetaraan pendapatan yang paling terlihat.

Langer, bagaimanapun, merasakan ketahanan mewah terhadap naik turunnya ekonomi akan membuat Louis Vuitton dan rekan-rekannya melaluinya. “Keputusan Louis Vuitton untuk menutup satu toko menurut saya bukan sinyal merek meninggalkan Hong Kong,” katanya.

“Merek itu mencoba menegosiasikan kembali sewa yang selangit dan memutuskan – setelah negosiasi gagal – untuk meninggalkan ruang itu. Ini tidak biasa dan terjadi sepanjang waktu di seluruh dunia. Saya yakin merek itu, sebagai merek mewah terkemuka di dunia, akan muncul kuat begitu HK kembali tumbuh, ”lanjutnya.

Namun, yang lain tidak begitu percaya diri. “Untuk banyak merek mewah, Hong Kong [secara historis] telah mewakili lebih dari 5% dari penjualan global mereka, yang merupakan bagian yang signifikan, [dan bahkan lebih untuk jam tangan dan perhiasan], jadi masuk akal untuk memiliki jejak ritel besar di kota, ”Mario Ortelli, mitra pengelola perusahaan penasihat mewah Ortelli & Co. kepada South China Morning Post.

“Tetapi jika kedatangan wisatawan turun dan orang Cina berhenti datang, jejak ritel semacam itu menjadi berlebihan dan tiga hingga empat toko untuk merek mewah akan cukup,” lanjutnya.

Saya percaya domino baru mulai jatuh. Sekarang pemimpin industri mewah telah mengambil sikap, kemungkinan merek-merek mewah lain di garis depan pasar Hong Kong yang semakin bergejolak akan mengikuti jejaknya, tidak meninggalkan pasar sama sekali tetapi dengan serius mengontrak eksposur mereka di sana.

Seorang eksekutif top tanpa nama di LVMH mengisyaratkan sebanyak pada Paris Fashion Week baru-baru ini, ketika dikutip oleh South China Morning Post mengatakan bahwa jika situasinya tidak membaik, Hong Kong berisiko menjadi “sama seperti kota lapis kedua atau ketiga lainnya di Tiongkok, ”daripada kota tingkat pertama yang telah lama ada.

Mengapa Supreme Dan Louis Vuitton Merupakan Pasangan Sempurna? Mengapa Supreme Dan Louis Vuitton Merupakan Pasangan Sempurna?

Louisvuittond.net – Toko skate yang dia mulai setelah meninggalkan merek skate ternama, Union dan Stussy, yang sebelumnya telah melampaui $ 50 juta dalam penjualan tahunan, berjalan cukup baik untuk dirinya sendiri. Didirikan pada tahun 1994 dengan logo yang didasarkan pada seni propaganda Barbara Kruger, Jebbia kelahiran Inggris, kelahiran Amerika, telah menghabiskan 20-an tahun terakhir untuk mengawasi sebuah merek yang dikenal karena memilih kolaborasi cerdas, mengkoleksi koleksi eklektik, dan menggerakkan kontroversi kontribusinya. sepanjang jalan.

The aughts, untuk kolektor sepatu lama dan skateboard zaman keemasan yang film-film favoritnya masih didistribusikan di VHS, adalah masa kejayaan merek tersebut. Kaos logo kotak mereka dikenakan oleh beberapa tokoh generasi yang paling dicintai: Raekwon, Kermit, Rosa Acosta, Lou Reed, Mike Tyson, dan Jim Jones. Ketika terjun Nike ke dunia alas kaki khusus skateboard disambut dengan ketidaksukaan hampir bulat dari skater, kolaborasi Nike Dunk Hi Supreme memikat hati dengan penggemar garis keras waspada terhadap kehadiran perusahaan multinasional. Dan, ketika sebagian besar mode kelas atas yang dibayar untuk sepatu kets adalah lari kecil Chanel Reebok Pumps, mereka bahkan berhasil menarik perhatian Louis Vuitton dalam bentuk gencatan dan penghentian pemberitahuan untuk desain dek skateboard yang merobek monogram klasik . Supreme menurut, dan hanya itu.

Maju cepat lebih dari satu dekade, dan Supreme telah mengendarai beruntun panas sejak 2010. Munculnya rap Internet dan rapper yang membuatnya hanya mendorong cache merek lebih tinggi dengan generasi penggemar yang terus melebar, berkat orang-orang seperti Tyler, Sang Pencipta dan ASAP Rocky. Ini berkolaborasi dengan Jordan Brand, Nike, dan North Face, memiliki kemeja yang dikenakan oleh orang-orang seperti Kate Moss, Neil Young, dan Diddy. Di sisi alas kaki, kekayaannya bahkan lebih baik: Mereka telah menghasilkan segelintir Jordan, Foamposites, Air Force Ones, More Uptempos, dan Van di sepanjang jalan, menutup jalan-jalan, menabrak server dan memberikan reseller dan kolektor yang sesuai. Harga jual kembali untuk sepasang Supreme x Nike Air Force 1 Hi putih, yang dijual seharga $ 150 pada 2014 duduk nyaman di sekitar $ 650, sedangkan colorway Foamposite hitam mereka dari tahun yang sama, yang dijual seharga $ 220, dijual seharga lebih dari $ 900.

Berkat pengawasan ketat dari Kim Jones, direktur gaya yang baru dipasang untuk operasi Louis Vuitton yang siap pakai, tikus skate kotak merah datang untuk mengingini sekarang menghiasi batang dan tas hobo yang dijual dengan harga lebih dari rata-rata kepemilikan orang Amerika di hutang kartu kredit. Mungkin butuh waktu lebih dari satu dekade, tetapi sebuah merek yang menghabiskan sebagian besar dekade terakhir menunjukkan potongan busana skateboarding ke dunia akhirnya memiliki pendengar yang menawan di tingkat atas dunia mode. Ini bukan prestasi kecil, dengan peregangan apa pun: Mereka sama sekali tanpa pakaian wanita, tidak pernah memproduksi alas kaki mereka sendiri, dan desas-desus berumur puluhan tahun bahwa kemeja mereka dicetak dan dijahit oleh beberapa pakaian yang sebelumnya tidak dikenal sebelumnya di Chinatown terdekat bertahan.

Langit tampak seperti batas untuk Supreme. Tapi Jebbia, pemiliknya, mungkin telah melewatkan kesempatan terbaiknya di hari gajian yang biasanya diperuntukkan bagi para kutu buku dan penyerang cepat dengan satu nama. Dan itu bagus.

Dari saat kolaborasi Agung Louis Vuitton menghantam Internet, desas-desus bermula bahwa Supreme memiliki lebih banyak pemikiran daripada koleksi sekali pakai dengan rumah mode. Dalam industri yang sedang booming dengan fokus yang semakin besar pada titik-titik harga yang semakin menipis dan perputaran persediaan yang lebih cepat, bahkan sebuah merek seperti Supreme, beberapa berpendapat, harus merasakan sejumput dari ruang yang diguncang oleh orang-orang seperti Zara dan Fashion Nova. Di luar itu, fashion tinggi dan streetwear lebih dekat dari yang pernah ada sebelumnya, dengan Rick Owens, Raf Simons, Ricardo Tisci, Public School, OFF WHITE, dan VLONE memutar slot-slot Paris dan New York Fashion Week dan tawaran Hadiah LVMH sambil bergaul dengan Kanye West dan ASAP Rocky dan menjatuhkan koleksi dengan Nike dan Adidas.

Baca Juga : Baca Ini Jika Kamu Menyukai Louis Vuitton Luggage

Kim Jones, yang memimpin Umbro sebelum naik kapal ke Vuitton, telah menceritakan cintanya pada olahraga dan sepatu kets ke outlet mana pun yang akan mendengarkan hampir satu dekade sekarang. Dan Kanye West telah menyebarkan kata-kata kasarnya ke dalam kemitraan yang menguntungkan dengan Adidas yang menghasilkan popularitas yang jarang terlihat oleh pasar penjualan kembali. Apa pun jalan yang ditempuh seseorang, tampaknya momen yang sempurna bagi Supreme dan Louis Vuitton untuk bergabung.

Karena tidak ada berita tentang merger atau akuisisi, maka rumor asimilasi Supreme sangat dilebih-lebihkan. Terlepas dari kerusakan yang dilakukan pada dompet Jebbia, jika dia pada suatu titik mempertimbangkan untuk mencairkan, dia pintar untuk memperhatikan tulisan di dinding. Fashion kelas atas tidak kurang siap untuk berurusan dengan streetwear dengan cara yang berarti daripada ketika Supreme diminta untuk berhenti dan berhenti. Tentu, Jones mencari kolaborasi dengan merek streetwear sejati dan teruji (kolaborasi desain fragmen juga telah diejek di media sosial) tetapi pengakuan bukanlah infrastruktur. Supreme, perlu dicatat, telah lama memegang komitmen untuk perputaran persediaan yang cepat: Toko online mereka telah diperbarui setiap minggu selama bertahun-tahun, dan lokasi batu-dan-mortir secara teratur mengisi kembali dan memutar persediaan. Poin harga untuk undian utama Supreme (hoodies, topi, tee, skate deck) tetap hampir sama selama hampir satu dekade, dan kualitasnya disaingi oleh sedikit orang di dunia streetwear.

Di luar simbiosis yang ditemukan antara raksasa tua tetapi dihormati dan merek yang ingin melebarkan sayapnya, Supreme memiliki filosofi kerja yang tidak dapat dipahami oleh para pendukung industri. Itu tidak dibuat dalam menanggapi perubahan pasang, itu penting untuk kesuksesan mereka selama lebih dari selusin tahun. Jika Louis Vuitton tertarik, kemungkinan besar mereka ingin memilih otak Supreme daripada membasmi tim desain mereka. Melakukannya dengan sukses akan menempatkan Louis Vuitton dalam posisi untuk menjadikan dirinya sebagai lembaga mode besar pertama yang berhasil berputar untuk konsumen generasi baru, mengarahkan kapal pesiar ke arah baru di depan paket yang berebut untuk menyayangi diri sendiri kepada audiensi yang kurang terkesan dengan penonton. barang-barang tiket besar seperti tahun-tahun berlalu.

James Jebbia tidak pernah mendapat tawaran nyata atau melihat ketidakmampuan industri untuk mengadaptasi model yang sangat mereka butuhkan. Bagaimanapun, Supreme telah melakukan lompatan dari Lafayette ke Paris, Louis Vuitton telah membuka mata pelanggan lama dan baru, dan konsumen memiliki barang-barang baru untuk diidamkan. Supreme dan Louis Vuitton mungkin membuat teman yang aneh, tetapi tidak terlalu lama berkeliaran, dan dunia mode adalah tempat yang lebih baik untuk itu.

Pemilik LVMH Melihat Rekor 2019 Dan Sangat Percaya Diri di Tahun 2020 Pemilik LVMH Melihat Rekor 2019 Dan Sangat Percaya Diri di Tahun 2020

Louisvuittond.net – Titan mewah LVMH melaporkan rekor penjualan pada 2019 didorong oleh permintaan yang kuat untuk fashion dan barang-barang kulit, tetapi hanya “sangat percaya diri” tentang tahun 2020 di tengah kerusuhan politik di Hong Kong yang telah merusak penjualan mewah di wilayah tersebut.

• LVMH melihat pendapatan kuartal keempat tumbuh 8% menjadi $ 16,8 miliar (€ 15,3 miliar), dengan total $ 60 miliar (€ 53,7 miliar) dalam penjualan tahun lalu (naik 15% dari 2018).

• Penjualan didukung oleh pertumbuhan yang kuat di Eropa, AS dan Asia, meskipun ada hambatan dari protes berkelanjutan Hong Kong dan kenaikan pajak penjualan di Jepang pada kuartal keempat.

• Louis Vuitton, permata kelompok di mahkota, melihat “pertumbuhan luar biasa,” berkat lini produk yang diperluas, termasuk di sepatu dan tas monogramnya yang terkenal.

• LVMH melakukan sejumlah akuisisi yang mengesankan pada tahun 2019, termasuk toko perhiasan Amerika Tiffany & Co senilai $ 16,2 miliar dan berlian terpotong terbesar di dunia, untuk jumlah yang tidak diungkapkan.

• Ini juga meluncurkan rumah mode mewah Fenty, dipimpin oleh Rihanna, menyusul pertumbuhan kolaborasi kosmetik mereka yang mengesankan, Fenty Beauty.

• Kekayaan bersih Billionaire Arnault naik $ 2,9 miliar pada hari Selasa menjadi $ 108,7 miliar menurut peringkat Real Time Billionaire Forbes. Saham di LVMH naik 2,74%.

Komentar penting: Perusahaan sedang memantau wabah koronavirus seperti pneumonia di China, tetapi masih terlalu dini untuk mengatakan dampaknya pada bisnis, kata Arnault. Dia menambahkan bahwa virus, yang telah menginfeksi lebih dari 4.500 orang, tidak terlihat “agresif” seperti wabah SARS 2002.

Baca Juga : Berbelanja Seperti Seorang Paris Di Le Bon Marché

Latar belakang utama: LVMH adalah merek mewah terbesar di dunia dengan daftar perusahaan yang berkembang di bidang fesyen, perhiasan, dan anggur, di antara kategori lain, termasuk Louis Vuitton, Dior, TagHeuer, dan Hennessy. Konglomerat, dengan kapitalisasi pasar $ 200 miliar, mulai memperluas pijakannya di AS tahun lalu. Presiden Donald Trump secara kontroversial memotong pita pada pabrik Louis Vuitton yang baru di Texas pada bulan Oktober, sementara LVMH baru-baru ini menandatangani kesepakatan multi-tahun dengan NBA karena berusaha untuk memanfaatkan pasar pakaian olahraga yang menguntungkan. Arnault mengakuisisi perusahaan pada tahun 1990 dan telah mengembangkan jangkauan dan portofolio sejak saat itu. Kantung-kantungnya sendiri telah rapi dalam prosesnya — pria berusia 70 tahun itu adalah bintang sampul Forbes pada bulan November dan, bersama keluarganya, bernilai hampir $ 110 miliar. Dia adalah orang terkaya ketiga di dunia setelah pendiri Amazon Jeff Bezos dan kepala Microsoft Bill Gates.

Tangent: Setelah Trump membuka pabrik Louis Vuitton yang baru di Texas, direktur kreatif Nicolas Ghesquiere merespons di Instagram, dengan menyatakan, “Berdiri menentang tindakan politik apa pun. Saya seorang perancang busana yang menolak asosiasi ini ”

Apa yang harus diperhatikan pada tahun 2020 : Perusahaan akan membuka toko Louis Vuitton berlantai empat di Osaka, Jepang dengan kafe yang berdekatan, menandai pintu masuknya ke bisnis restoran. Langkah ini mengisyaratkan ekspansi yang lebih besar ke sektor perhotelan, setelah LVMH membeli grup hotel mewah Belmond pada tahun 2018. Sementara itu, LVMH mengharapkan untuk membangun bengkel kulit baru pada tahun 2020 untuk menambah yang dibuka di Perancis dan Texas tahun lalu dan bertemu konsumen. permintaan, kata Arnault. Kelompok ini tetap “sangat percaya diri” tahun ini di tengah “konteks geopolitik yang tidak pasti.”

Berbelanja Seperti Seorang Paris Di Le Bon Marché Berbelanja Seperti Seorang Paris Di Le Bon Marché

Louisvuittond.net – Department store Le Bon Marché di Paris menyediakan pusat kesempatan berbelanja di Rue de Sèvres di tepi kiri bank. Mencakup beberapa blok di tengah-tengah distrik ke-6 dan ke-7, department store epik ini memberikan pengalaman budaya yang kaya akan sejarah dan keanggunan, serta barang dagangan kelas atas bagi para pembelanja. Dengan peluncuran situs e-commerce department store baru-baru ini, 24sevres.com, lembaga yang cerdas menjunjung tinggi warisan kewirausahaannya dengan mengawinkan pengalaman ritel bata-dan-mortir yang menakjubkan dengan kenyamanan dan teknologi modern.

Didirikan pada tahun 1852 oleh Aristide Boucicaut, toko ini telah melihat beberapa perluasan dan renovasi tetapi telah mempertahankan esensi art deco dan komitmen terhadap kualitas kelas atas. LVMH Group mengakuisisi Le Bon Marché pada tahun 1984 dan tetap menjadi kiblat bagi warga Paris dan luar kota untuk menyimpan lemari pakaian, rumah, dan bahkan menyelesaikan belanja bahan makanan mingguan di La Grande Epicerie, pasar gourmet yang menakjubkan di lantai pertama. Pada awal Juli, perjalanan sehari mungkin melihat cuti pembelanja dengan paket kertas lilin ceri musim panas di samping gaun katun bergaris sederhana dari A.P.C. dan alat tulis pribadi dari “toko buku” lantai 2. Hanya untuk menyebutkan beberapa hal penting yang elegan.

Berbelanja Seperti Seorang Paris Di Le Bon Marché

Berjalan ke atrium yang dipenuhi matahari yang tinggi, disilangkan oleh eskalator ubin putih Andrée Putman, para pembeli yakin bahwa bangunan itu sesuai dengan keindahan isinya. Di dalam dinding-dinding pusat gaya yang luas, tapi entah bagaimana nyaman, pengalaman berada di toko seperti itu adalah salah satu yang menarik bagi semua indera. Dari bagian lilin Diptyque hingga hiasan pada mantel malam, pilihan-pilihannya tampak tidak terbatas tetapi tidak berlebihan, dan dikuratori dengan indah. Dari merek-merek rumah tangga hingga koleksi Eropa dan Amerika yang lebih kecil yang eksklusif untuk Le Bon Marché, pemilihan ini dipilih dan diedit dengan cermat. Bahkan ada bagian J. Crew sederhana yang terasa segar dan diarahkan ke gaya hidup Paris.

Berbelanja Seperti Seorang Paris Di Le Bon Marché2

Le Bon Marché, yang diterjemahkan menjadi “Pasar Yang Baik” atau “Kesepakatan yang Baik,” tentu sesuai dengan namanya. Berbelanja untuk bagian investasi yang tak lekang oleh waktu adalah landasan gaya Prancis, dan departemen pakaian yang ditunjuk dengan baik tidak mengecewakan. Sementara koleksi mode maju hadir, mode cepat bukan bagian dari agenda di LBM. Rok lipit Jill Sander berwarna emas mawar dan blus katun poplin penuh gaya Atlantique Ascoli adalah salah satu yang paling menonjol yang dapat ditemukan dan dihargai selama bertahun-tahun yang akan datang.

Berbelanja Seperti Seorang Paris Di Le Bon Marché3

Lorong tertutup di lantai dua di atas Rue de Bac menghubungkan pembeli ke sisi lain dari emporium untuk barang-barang rumah dan dapur, restoran ‘La Table’ dan ‘La Grande Epicerie de Paris’ untuk setiap kebutuhan bahan makanan dan tidak begitu penting. Bagian yang diterangi untuk setiap jenis foie gras yang dapat dibayangkan dibangun menjadi dinding onyx dengan desain geometris emas bertatahkan. Mimpi perlengkapan Paris pied-à-terre segera muncul. Melengkapi dapur yang lengkap tentu saja termasuk pisau saber khusus, dibuat khusus untuk membuka botol sampanye di pesta-pesta.

Baca Juga : Cara Mengumpulkan Dan Menjaga Koper Louis Vuitton

Berbelanja Seperti Seorang Paris Di Le Bon Marché4

Waktu makan siang dihabiskan untuk merefleksikan pembelian dan / atau potensi pembelian di restoran ‘La Table’ yang dipenuhi cahaya di pusat atrium barang-barang rumah. Menu makan siang prix fixe musim panas dari tomat heirloom bruschetta, gurita hangus, diikuti oleh raspberry meringue dan cappuccino adalah cara yang ideal untuk mengisi ulang energi sebelum berbelanja lagi. Saat menyaksikan adegan itu, tidak jarang melihat segelas anggur putih yang renyah disajikan bersama makan siang pada hari Selasa. Bagaimanapun, ini adalah Paris di musim panas.

Berbelanja Seperti Seorang Paris Di Le Bon Marché5

Meskipun sulit untuk pergi, berjalan keluar ke jalan-jalan kota Paris setelah seharian berbelanja menawarkan momen refleksi dan apresiasi dari pengalaman di dalam desa eceran. Dalam era perdagangan global, department store ikonik mengingatkan konsumen bahwa gaya Paris berakar kuat pada identitasnya. Mengolahnya telah menjadi bentuk seni di Le Bon Marché.

Gaya Ikon dan Panduan Harga Tas Louis Vuitton Gaya Ikon dan Panduan Harga Tas Louis Vuitton

Louisvuittond.net – Sebagai salah satu merek mewah paling bergengsi saat ini, rumah mode Prancis Louis Vuitton adalah simbol kualitas, daya tahan dan kepraktisan, dan identik dengan gaya dan inovasi. Nilai-nilai inti ini sangat penting bagi Louis Vuitton sendiri ketika ia mulai merancang bagasi yang cocok untuk perjalanan pada tahun 1854. Kemajuan dalam transportasi dan perluasan industri perjalanan menghasilkan permintaan untuk aksesori Louis Vuitton yang sekarang menjadi ikon seperti tas Louis Vuitton dan bagasi Louis Vuitton. Louis Vuitton terus memikat mereka yang mencari desain yang unik dan bersedia membayar untuk kualitas bahan dan material.

Ketika mempertimbangkan barang investasi seperti tas Louis Vuitton, sebagai aturan, gaya klasik seperti Louis Vuitton Neverfull atau Louis Vuitton Speedy akan selalu diminati dan mempertahankan nilainya lebih dari tas musiman. Namun, perhatikan edisi terbatas. Misalnya, tas pertunjukan edisi terbatas (diproduksi untuk koleksi landasan) sangat dicari, sementara kulit eksotis seperti buaya, buaya, burung unta, dan kulit ular adalah hadiah utama bagi setiap kolektor. Kondisi tas juga akan sangat mempengaruhi nilainya.

Tas Tangan Louis Vuitton yang ikonik
Evolusi tas Louis Vuitton terkait erat dengan kebutuhan pengguna. Tas sisi lembut pertama yang diperkenalkan adalah tas Louis Vuitton Keepall, dan tetap menjadi salah satu barang perjalanan terlaris saat ini. Spesialis mode Meg Randell dari Chiswick Auctions mengatakan Keepall “selalu populer – tas olahraga yang bagus atau tas akhir pekan.” Dia juga merekomendasikan ransel vintage Louis Vuitton, mencatat bahwa Montsouris populer di pelelangan dan dapat mengambil antara £ 300 untuk versi monogram menjadi lebih dari £ 1.500 untuk edisi terbatas.

Pokok mode populer, tas bepergian Louis Vuitton dapat ditemukan dalam berbagai desain, format, dan kulit. Diperkenalkan pada tahun 1985, Epi Leather adalah yang pertama dari koleksi tas kulit permanen Louis Vuitton. Ada juga variasi Louis Vuitton Damier, dengan Damier Azur diperkenalkan pada 2006, diikuti oleh Damier Graphite pada 2008. Garis Louis Vuitton Monogram juga populer, dengan Multicolore diperkenalkan pada 2003 bekerja sama dengan seniman Jepang Takashi Murakami; Mini Lin yang langka. Gaya Monogram klasik dapat ditemukan dalam pelelangan mulai dari £ 300, tetapi Anda dapat mengharapkan untuk membayar hingga £ 2.000 untuk edisi kolaborasi artis, seperti Yayoi Kusama atau Stephen Sprouse. Di bawah ini, kita akan membahas mengenai gaya ikon dan panduan harga tas Louis Vuitton :

➢ 1. Louis Vuitton Speedy
Dibuat pada tahun 1930, Louis Vuitton Speedy adalah versi yang lebih kecil dari Keepall, tas tangan pertama yang dirancang untuk penggunaan sehari-hari dan salah satu yang paling populer, seperti yang dicatat Randell. Awalnya dirilis hanya dengan kanvas LV Monogram dan tanpa tali bahu, hari ini tersedia dalam berbagai ukuran, gaya, warna, dan kulit, seperti Louis Vuitton Idylle Canvas Speedy, edisi terbatas Nano Speedy dan Speedy Bandouliere. Bentuk klasiknya tetap sama; desain telah tersentuh selama 80 tahun terakhir.

Kadang-kadang tas Speedy dapat ditemukan dengan harga kurang dari £ 100, namun, harga biasanya berkisar dari $ 200 hingga $ 3.000 untuk edisi terbatas, seperti World Tour atau Monogramouflage.

Gaya Ikon dan Panduan Harga Tas Louis Vuitton

♦ Gambar 1: Tas Cermin Louis Vuitton Perak Monogram Vernis Speedy
Christie’s, New York, New York (Desember 2011)
Perkiraan: $ 700 – $ 1.000
Realisasi Harga: $ 8.125

♦ Gambar 2: Louis Vuitton Grand Speedy 50 berwarna hijau Epi Leather
Artcurial, Paris, Prancis (Maret 2016)
Perkirakan: € 500 – € 600
Realisasi Harga: € 939

♦ Gambar 3: Louis Vuitton Speedy 30, 2009
Christie’s, Paris, Prancis (Maret 2015)
Perkirakan: € 600 – € 800
Realisasi Harga: € 750

♦ Gambar 4: Louis Vuitton Speedy 25
Artcurial, Paris Prancis (Januari 2013)
Perkirakan: € 350 – € 400
Realisasi Harga: € 688

♦ Gambar 5: Tas Louis Vuitton Speedy, kode tanggal untuk 2003, monogram putih dan multi-warna
Lelang Chiswick, London, Inggris (Juli 2017)
Perkiraan: £ 400 – £ 600
Realisasi Harga: £ 400

♦ Gambar 6: Louis Vuitton Damier Azure Speedy 35, c. 2010
Lelang Chiswick, London, Inggris (Maret 2018)
Perkiraan: £ 200 – £ 300
Realisasi Harga: £ 220

➢ 2. Louis Vuitton Noé
Tas Kantong pertama di dunia, Louis Vuitton Noé awalnya dirancang pada tahun 1932 untuk mengangkut anggur dan sampanye. “Tas sehari-hari” yang populer, Noé dapat ditemukan dalam berbagai bahan dan cetakan, dari Damier Azur hingga Monogram dan variasinya, serta beragam warna Epi Leather.

Tergantung pada gaya, ukuran, dan era tas tangan, tas Louis Vuitton Noé berkisar dari £ 192 hingga £ 700, dengan beberapa barang luar biasa mendapatkan harga yang lebih tinggi.

Gaya Ikon dan Panduan Harga Tas Louis Vuitton

♦ Gambar 7: Tas Louis Vuitton Neo Noé Monogram, c. 2009
Auctionata Paddle8 AG (Februari 2017)
Perkirakan: € 1.920 – € 2.400
Realisasi Harga: € 1.500

♦ Gambar 8: A Petit Noé Handbag oleh Louis Vuitton
Leonard Joel, Melbourne, Australia (Mei 2015)
Perkiraan: AUD800 – AUD1.200
Realisasi Harga: AUD1.300

♦ Gambar 9: Louis Vuitton Petit Noé di Black Epi Leather
Artcurial, Paris, Prancis (Januari 2013)
Perkirakan: € 200 – € 250
Realisasi Harga: € 437

♦ Gambar 10: Louis Vuitton Green Epi Noe GM, c. 1994
Lelang Chiswick, London, Inggris (Maret 2018)
Perkirakan: £ 300 – £ 400
Realisasi Harga: £ 340

♦ Gambar 11: Louis Vuitton, Noe, tas belanja kulit Epi berwarna oranye
Dreweatts 1759, Newbury, Inggris Raya (Desember 2016)
Perkiraan: £ 150 – £ 250
Realisasi Harga: £ 323

♦ Gambar 12: Louis Vuitton Noe GM, kode tanggal untuk 1997, kanvas Monogram dengan hiasan kulit
Lelang Chiswick, London, Inggris (Desember 2016)
Perkiraan: £ 250 – £ 350
Realisasi Harga: £ 210

➢ 3. Louis Vuitton Alma
Diperkenalkan pada tahun 1934 sebagai tas Louis Vuitton Squire, ia diciptakan sebagai “Alma” pada tahun 1955. Fitur-fiturnya termasuk ritsleting ganda dengan gembok, dua kompartemen di dalam, tag kunci kulit, pegangan Toron, tali bahu tambahan, dan kancing pelindung bawah. Versi kontemporer dari tas Louis Vuitton ini tersedia dalam berbagai jenis kulit, cetakan, dan ukuran. Pada tahun 1992, diluncurkan di kanvas Monogram, yang telah muncul dalam berbagai finishing, kain, dan warna sejak itu.

Harga tas Louis Vuitton Alma berkisar dari hanya £ 190 hingga lebih dari $ 3.000 untuk kulit eksotis dan tas edisi terbatas.

Gaya Ikon dan Panduan Harga Tas Louis Vuitton

♦ Gambar 13: Louis Vuitton Cognac Alligator Alma PM Bag
Lelang Warisan, Beverly Hills, California (September 2014)
Perkirakan: $ 10.000 – $ 15.000
Realisasi Harga: $ 9.375

♦ Gambar 14: Louis Vuitton Miroir Argent d’Ore Monogram Vernis Leather Alma GM Bag
Auctions Heritage, Beverly Hills, California (Desember 2014)
Perkirakan: $ 1.000 – $ 2.000
Realisasi Harga: $ 2.600

♦ Gambar 15: Tas Kulit Louis Vuitton Alma GM Epi
Dreweatts 1759, Newbury, Inggris Raya (Desember 2016)
Perkirakan: £ 300 – £ 500
Realisasi Harga: £ 1.054

♦ Gambar 16: Tas Kulit Alma Louis Vuitton Ungu Veau Cachemire
Auctions Heritage, Beverly Hills, California (Desember 2014)
Perkiraan: $ 1.200 – $ 2.000
Realisasi Harga: $ 1.250

♦ Gambar 17: Tas Louis Vuitton Alma di Kanvas Monogram
Artcurial, Paris, Prancis (Januari 2013)
Perkirakan: € 300 – € 350
Realisasi Harga: € 704

♦ Gambar 18: Louis Vuitton oleh Takashi Murakami Alma Multicolore Monogram Canvas
Artcurial, Paris, Prancis (Juni 2014)
Perkirakan: € 400 – € 600
Realisasi Harga: € 626

♦ Gambar 19: Louis Vuitton Alma di Brown Damier
Artcurial, Paris, Prancis (Juni 2014)
Perkirakan: € 500 – € 600
Realisasi Harga: € 626

♦ Gambar 20: Edisi Terbatas Louis Vuitton Stephen Sprouse Peach Graffiti Alma, c. 2001
Lelang Chiswick, London, Inggris (Maret 2018)
Perkiraan: £ 500 – £ 700
Realisasi Harga: £ 480

Baca Juga : Louis Vuitton Damier Canvas Belem MM

➢ 4. Louis Vuitton Neverfull
Diperkenalkan pada 2007, Randell mengatakan bahwa tas tangan Louis Vuitton yang lebih baru telah terbukti populer. Dengan kulit lentur, sisi-sisi yang tidak kaku, daya tahan, dompet yang terpasang, sementara itu sepenuhnya dapat dibalik, Louis Vuitton Neverfull dirancang dengan mempertimbangkan wanita modern. Desain modern ini hadir dalam tiga ukuran dalam bahan LV klasik: Damier (Ebene dan Azur), Epi leather dan Monogram.

Versi monogram standar di lelang kadang-kadang mengambil setengah dari RRP aslinya (harga eceran yang disarankan), yaitu sekitar £ 920. Namun, versi yang cenderung mempertahankan nilainya dari waktu ke waktu adalah edisi terbatas, yang dapat dijual hingga $ 3.250.

Gaya Ikon dan Panduan Harga Tas Louis Vuitton2

➢ Gambar 21: Yayoi Kusama Louis Vuitton Edisi Terbatas White Infinity Dots Monogram
Heritage Auctions, Dallas, Texas (Juni 2017)
Perkirakan: $ 1.000 – $ 2.000
Realisasi Harga: $ 3.250

➢ Gambar 22: Stephen Sprouse Louis Vuitton Graffiti Pink Monogram Edisi Terbatas
Heritage Auctions, Dallas, Texas (Juni 2017)
Perkirakan: $ 2.000 – $ 3.000
Realisasi Harga: $ 2.500

➢ Gambar 23: Louis Vuitton, Monogram, Neverfull
Dreweatts 1759, Newbury, Inggris Raya (Desember 2016)
Perkirakan: £ 300 – £ 500
Realisasi Harga: £ 744

➢ Gambar 24: Louis Vuitton Neverfull Mini Lin
Auktionhaus Eppli, Stuttgart, Jerman (Juni 2015)
Perkiraan: Tidak tersedia
Realisasi Harga: € 600

➢ Gambar 25: Louis Vuitton Neverfull, kanvas Damier Azur dengan hiasan kulit
Lelang Chiswick (Desember 2016)
Perkiraan: £ 400 – £ 600
Realisasi Harga: £ 360

➢ 5. Louis Vuitton Lockit
Memulai debutnya pada tahun 1958, tas Louis Vuitton Lockit dirancang sebagai bagian dari koleksi koper yang lebih ringan. Dinamai berdasarkan fitur kunci tas, tambalan kulit dengan gembok di sisi tas, menjadi disukai oleh elit karena desain ‘non pick lock’ ini.

Versi kontemporer termasuk Soft Lockit Bag, dirancang dengan kulit Veau Cachemire yang lebih lembut dengan tali bahu opsional, menjadikannya lebih ringan dan praktis. Variasi berwarna termasuk Framboise, Plum, Magnolia dan Silver diambil hingga £ 1.500 di lelang, dan potongan edisi terbatas seperti monogram bertekstur pada £ 2.000, serta kulit eksotis, yang menjual hingga £ 10.000.

Gaya Ikon dan Panduan Harga Tas Louis Vuitton3

♦ Gambar 26: Tas MM Louis Vuitton Red Alligator Lockit
Lelang Warisan, Beverly Hills, California (September 2014)
Perkirakan: $ 10.000 – $ 15.000
Realisasi Harga: $ 12.500

♦ Gambar 27: Tas MM Louis Vuitton White Ostrich Lockit
Heritage Auctions, Dallas, Texas (Mei 2015)
Perkiraan: $ 4.000 – $ 6.000
Realisasi Harga: $ 3.500

♦ Gambar 28: Langka Louis Vuitton Gold Perrier Monogram, Daya Tarik Lockit Tote, dirancang oleh Marc Jacobs
Lelang Chiswick, London, Inggris (Mei 2016)
Perkirakan: £ 2.000 – £ 3.000
Realisasi Harga: £ 2.000

♦ Gambar 29: Kantong Pengunci Vertikal di Monogram Mirror
Artcurial, Paris, Prancis (Oktober 2011)
Perkirakan: € 1.400 – € 1.500
Realisasi Harga: € 1,751

♦ Gambar 30: Louis Vuitton Yayoi Kusama Hitam dan Putih Paten Dot Lockit MM Bag, 2012
Lelang Chiswick, London, Inggris (Juni 2016)
Perkiraan: £ 400 – £ 600
Realisasi Harga: £ 1.600

♦ Gambar 31: Tas Lockit oleh Louis Vuitton di Ivory Suhali Leather
Leonard Joel, Melbourne, Australia (Oktober 2011)
Perkiraan: AUD1.800 – AUD2.200
Realisasi Harga: AUD1.800

Cara Mengidentifikasi Tas Tangan Louis Vuitton Palsu
Aturan serupa untuk mengidentifikasi batang Louis Vuitton asli berlaku untuk tas Louis Vuitton. Ciri khas tas tangan Louis Vuitton otentik meliputi:

➢ 1. Detail perangko Louis Vuitton
• Ekor pada L sangat pendek
• Os sangat bulat dan terlihat lebih besar dari L
• Ts hampir menyentuh satu sama lain, atau sangat dekat sehingga terlihat seperti menyentuh
• Tulisan harus tipis, jelas, dan sangat tajam
• Pelajari font umum yang digunakan; itu harus disejajarkan dengan sempurna

➢ 2. Hardware
Secara umum, sebagian besar tas Louis Vuitton palsu memiliki Hardware berkualitas buruk, beberapa bahkan diproduksi dalam plastik. Hardware otentik harus dibuat dalam logam berkualitas tinggi dan memiliki huruf yang bersih dan jernih.

➢ 3. Kode Tanggal Pembuatan
Semua tas Louis Vuitton kontemporer yang diproduksi sejak awal 1980-an dan seterusnya harus memiliki kode tanggal yang terletak di label interior atau langsung di lapisan interior. Ini juga memberi nama dan tempat di mana tas itu diproduksi.

Louis Vuitton Damier Canvas Belem MM Louis Vuitton Damier Canvas Belem MM

Louisvuittond.net – Elegan, feminim, dan sangat praktis, MM Belem di kanvas Damier adalah tambahan yang sangat apik untuk pakaian modern. Dua kantong luar untuk kunci, ponsel, atau barang-barang kecil lainnya menambah kenyamanan, sementara bentuknya yang bulat membuat siluet yang elegan.

Dengan bentuk dan desain yang unik, tas Louis Vuitton Belem MM ini pasti akan menjadi showstopper. Fitur ini menampilkan eksterior kanvas Damier Ebene khas Louis Vuitton dengan trim kulit coklat tua dan tali bahu. Itu juga beraksen dengan gesper nada emas di tali, dan dua kantong samping di bagian luar.

Diperkirakan harga eceran $ 1.600 atau setara dengan Rp. 22,824,604.
Gender: Perempuan
Warna : Coklat
Termasuk : Dustbag Asli, Info Booklet
Ukuran : Lebar: 11 CM, Tinggi: 23 CM, Panjang: 33 CM
Handle Drop : 21 CM
Bahan Eksterior : Kanvas
Bahan Interior : Kain

Baca Juga : Louis Vuitton Batignolles Tas Bahu Monogram Asli

Tas Belem MM Louis Vuitton Damier Canvas yang unik dan melengkung ini cocok untuk Anda. Ini fitur desain terstruktur ramping dan dua kantong luar untuk menambah kenyamanan. Tas MM ini adalah ukuran yang lebih besar dari keluarga Belem dan memiliki kapasitas untuk menampung semua kebutuhan feminin Anda dan pasti tidak akan mengganggu gaya Anda. Harga eceran terakhir yang diketahui adalah $ 1560.

Kanvas asli Louis Vuitton Damier awalnya dibuat pada tahun 1888 dan diluncurkan kembali pada tahun 1996 dengan seluruh koleksi tas tangan dan barang-barang kulit kecil. Pola geometris yang unik dan keanggunan yang bersahaja menjadikannya koleksi klasik dan abadi LV.
Sudut bawah menunjukkan menggosok dan memudar ke kanvas Damier Ebene. Pipa kulit menunjukkan lecet dan tanda-tanda aus. Perangkat keras memiliki goresan permukaan di seluruh. Pegangan menunjukkan tanda-tanda cahaya aus dan kusut, dengan tanda-tanda samar aus di sepanjang tepi. Interior menunjukkan tanda-tanda cahaya aus di seluruh interior tetapi tidak memiliki noda yang signifikan. Interiornya juga memiliki aroma parfum yang sangat redup.